Asi Eksklusif vs Susu Formula


ASI

Apa keuntungan ASI dibandingkan Susu Formula?
Bayi yang diberi minum ASI harus bekerja keras mengisap putting susu, sedangkan bayi peminum susu botol pasif saja ; menanti tetesan susu dari botol. Dampaknya karena haus bekerja bayi yang minum ASI akan berhenti jika merasa kenyang. Sebaliknya bayi peminum susu botol tidak akan berhenti meneguk susu kecuali jika botol sudah kosong. Hal ini cepat mengarah ke obesitas.

 

Dalam ASI jumlah lisosim lebih banyak 300 kali daripada susu sapi. Perbandingan whey dengan kasein pada ASI lebih tinggi sekitar 65:35, sehingga protein dalam ASI lebih mudah diserap, sedangkan perbandingan whey dengan kasein pada susu sapi 20:80, sehingga tidak mudah diserap. Dalam susu formula tidak ada zat imunologik, seperti immunoglobulin, laktoferin. Kandungan AA dan DHA pada ASI cenderung stabil, sedangkan kandungan AA dan DHA pada susu formula cenderung tidak stabil karena perubahan suhu.

Secretory IgA yang terkandung dalam kolostrum berkemampuan mengikat allergen potensial, sekaligus mencegah penyerapannya.Itulah sebabnya mengapa bayi peminum ASI jarang mengalami alergi. Pemberian susu formula dapat berarti memaparkan bayi pada allergen dalam jumlah besar. Sementara SIgA tidak tersedia.Pemaparan allergen secara dini cenderung meningkatkan resiko terjadinya resiko terjadinya reaksi alergi, terutama pada keluarga yang mempunyai riwayat alergi. Sebaliknya pemberian ASI secara ekslusif selama beberapa minggu setelah lahir akan menurunkan resiko menderita eksim atopic di tahun pertama kehidupan.

Jika penyiapan susu formula dalam botol tidak memenuhi syarat kebersihan maka sama saja menanam bibit penyakit ke dalam tubuh bayi (sumber infeksi). Pada kenyataan di Indonesia fasilitas sanitasi yang layak dan pasokan air bersih baru dinikmati separuh populasi.selain itu sisa susu yang tidak disimpan di dalam lemari pendingin mestinya tidak digunakan lagi. Selain itu pada penelitian M.Enoch angka kejadian diare meningkat sampai 18% jika diberikan susu formula saja. Susu formula boleh jadi berperan sebagai wahana pembiakan bakteri pathogen enteric/ produksi enterotoksin.

Pada masyarakat tingkat pendidikan tertentu jarang membaca etiket dan takaran pada kaleng susu, padahal diperlukan takaran yang tepat dalam mencampur susu. Jika tidak campuran akan terlalu kental ( menyebabkan diare hipertonik) atau terlalu encer sehingga kurang mengandung zat gizi nya. Diare hipertonik dapat menyebabkan tetanus neonatal.

 

10 kebaikan dan keajaiban ASI bagi bayi:

  1. Mengandung zat gizi yang paling sesuai untuk kebutuhan bayi.

  2. Mengandung zat kekebalan tubuh untuk mencegah bayi dari berbagai penyakit infeksi (yang tidak ada di susu formula).

  3. Melindungi bayi dari alergen.

  4. Aman dan terjamin kebersihannya karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.

  5. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan, dan pernafasan.

  6. Tidak akan pernah basi karena mempunyai suhu tubuh.

  7. Disajikan dengan cara yang mudah, cepat, kapan saja dan di amana saja.

  8. Menguatkan kasih sayang antara Ibu dan bayi.

  9. ASI tidak dapat digantikan oleh susu formula.

  10. Tidak memerlukan biaya.

selain memberi keuntungan pada bayi, ASI juga memberi manfaat kepada sang Ibu dalam mempercepat penurunan berat badan dan mengurangi kemungkinan terjadi kanker payudara loh, jadi masihkah ragu memberikan ASI kepada Bayi anda?